Pembangunan Bandara Kertajati Ditunda Sampai 2012
15 April 2010 11 Komentar
Tender pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dijadwalkan dilakukan tahun ini baru bisa dimulai pada 2012 karena pembebasan lahan untuk fasilitas itu tersendat.
“Opsi yang paling realistis adalah menunda jadwal pembangunan sampai tahun 2012. Target kami dalam dua tahun ke depan, pembebasan lahan harus sudah selesai,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa barat (Jabar) Dicky Saromi di Bandung, Selasa (13/4).
Tahun ini, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menganggarkan Rp50 miliar untuk pembebasan lahan seluas 150 hektare (ha). Sampai Maret lalu lahan yang telah dibeli sekitar 53 ha seharga Rp15 miliar. Proses pembebasan lahan selanjutnya akan dimulai Mei mendatang.
“Kami mengejar pembesan lahan untuk pembangunan landasan pacu Bandara Kertajati yang luasnya mencapai 53 hektare. Estimasi biaya lahan yang dibutuhkan Rp150 miliar, berasal dari APBD Jabar tahun 2009 sampai 2012,” katanya.
Menurut Dicky, kesulitan Pemprov Jabar dalam proses pembebasan tanah terletak pada alotnya negosiasi dengan masyarakat pemilik lahan. Sebab, masyarakat meminta harga tanah terlalu tinggi padahal pemerintah sudah bersedia membayar ganti rugi di atas harga pasar.
“Memang perlu kesabaran luar biasa untuk menghadapai masalah ini. Kalau negosiasi tetap deadlock mungkin kami akan memberikan kompensasi sesuai kemauan pemilik lahan dengan konsekuensi anggaran bisa membengkak,” paparnya. (AX/OL-01/MEDIA INDONESIA)


saya khawatir yang membuat masalah adalah para makelar alias brooker tanah. Kalau masyarakat sih asal harga di atas NJOP pasti akan patuh apalagi akan ada kegiatan bisnis di sekitar mereka. Coba tertibkan dulu tuh caloooooo.
perhatikan juga penyampaian uang pada si pemilik tanah. Biar ga habis dijalan tu uang…
Hmm.. bkan wrga yg jd mslah tpi para makelar tuh.
andai udah kelar, mudik kyk gini ga perlu macet2an
para makelar harus d berantas.karena dapat membunuh rakyat.
kirim doa restunya saja semoga pembangunan bandara dapat berjalan sesuai dengan apa yg diharapkan oleh berbagai pihak terkait
harga ganti rugi lahannya harus sesuai dengan harga lahan saat ini.
dan berantaslah calo calo yang merugikan masyarakat.
Tindak segera oknum muspika dan bpn, yg disinyalir telah merugikan warga ttg manipulasi jumlah luasan tanah yang pembayarannya tdk sesuai dengan yang tertera dalam akta tanah serta ganti rugi tanaman yang dimanipulasi oknum pemerintah setempat. segera inventarisir siapa warga yang merasa dirugikan dan segera tindak oknumnya, kasian warga sudah njop kecil masih dihisap haknya.
Alah tembelek singa,segala pembangunan di korupsi.
Perhatian untuk semua pihak terkait : Mun enya nyaah ka warga nu tanahnya digusur keur bandara ! agar diwaktu yg akan datang tdk jadi penonton seyogyanya siapkan SDM untuik dari masyarakat maupun pemuda, anak2 sekolah dan mahasiwa putra daerah majalengka hususnya kertajati. untuk dipersiapan SDM nya sesuai kebutuhan tenaga yang diperlukan bandara, misal ticketting, resepttion,sekurity, pramugari, guide, supir taxi, office boy, teknisi, administrasi, accounting dll, hal ini bisa kerjasama antara dinas, baik muspika, dinas tenaga kerja, pemerintah propinsi, perhubungan, Pihak Bandara dll, sehingga kelak suasana bandara akan lancar aman,kondusif tdk menimbulkan permasalahan baru berupa pengangguran atau rekrutasi untuk bandara dari luar majalengka.
dan untuk tetap memenuhi ketahanan pangan bagi majalengka pasca bandara, ada system namanya tanam padi jajar legowo 2, per meter selisihnya bisa lebih dari 11 tancep, ini adalah teknologi dalam penanaman padi itu yang harus dikembangkan di majalaengka terkait tanah sawah yng digunakan untuk bandara.