<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blogger Majalengka</title>
	<atom:link href="http://bloggermajalengka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com</link>
	<description>&#34;blogger majalegka guera heudang&#34;</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 12:27:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bloggermajalengka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blogger Majalengka</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bloggermajalengka.wordpress.com/osd.xml" title="Blogger Majalengka" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kontroversi Sejarah Majalengka</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/15/kontroversi-sejarah-majalengka/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/15/kontroversi-sejarah-majalengka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 22:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Setiap menjelang perayaan hari jadi Majalengka yang diperingati 7 Juni selalu saja menjadi perdebatan dan perbincangan panjang bahkan menjadi sebuah polemik antara pro dan kontra. Sejarah Majalengka yang diformalkan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 1982 tentang Hari jadi Majalengka yang jatuh pada 7 Juni 1490 masehi, kini ditentang oleh sebagian masyarakat, benarkah sudah setua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=121&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-122" title="majalengka" src="http://bloggermajalengka.files.wordpress.com/2010/08/majalengka.jpg?w=630" alt=""   />Setiap menjelang perayaan hari jadi Majalengka yang diperingati 7 Juni selalu saja menjadi perdebatan dan perbincangan panjang bahkan menjadi sebuah polemik antara pro dan kontra. Sejarah Majalengka yang diformalkan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 1982 tentang Hari jadi Majalengka yang jatuh pada 7 Juni 1490 masehi, kini ditentang oleh sebagian masyarakat, benarkah sudah setua inikah usia Majalengka ?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum versi resmi berdasarkan Perda Nomor 5 tahun 1982 yang menetapkan hari jadi pada 7 Juni dengan titi mangsa 1490, Majalengka juga punya hari jadi lain yang ditetapkan Pemkab 28 Oktober 1979, yakni 5 Januari dengan titi mangsa 1819, <span id="more-121"></span>berdasarkan Staatsblad 23-1819. Namun Hari jadi 5 Januari, oleh Bupati Majalengka Muhammad S. Paindra, dicabut pada 25 Maret 1981, lalu ditetapkan 7 Juni hingga sekarang melalui Perda 5/1982.  Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi demikian ?.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa kalangan menilai penetapan Hari jadi Majalengka 7 Juni 1490 selain tidak kuat konstruksinya, juga mengandung banyak kelemahan berdasarkan historiografi serta dianggap tidak objektif dan faktual. Hal ini karena sejarah Majalengka saat ini adalah tidak lebih sebagai legenda atau mitos sejarah lisan, tanpa didukung sebuah data primer, sekunder, dan tersier sebagaimana kaidah ilmu sejarah.  Menurut Tatang Gantika, mantan Kepala Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Majalengka menyatakan penelusuran sejarah tempo dulu sudah menghasilkan penemuan tentang berdirinya Kabupaten Majalengka, yakni berdasarkan Besluit van commisarissen-General over Nederlandsch-Indie, tanggal 5 januari 1819, nomor.2, (stbld.1819 no 9) yang berisi ketentuan tentang pembagian keresidenan (residentie) Cheribon dan luasnya keregenan-keregenan (regentschappen) dari kerisedenan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Keresidenan Cheribon dibagi ke dalam lima keregenan (regentschappen), yakni : Cheribon, Begawan wettan, Madja, Galo dan Koeningan.  &#8220;Berarti regentschappen Madja atau Kabupaten Majalengka terbentuk berdasarkan besluit tanggal 5 Januari 1819 yang merupakan awal berdirinya Kabupaten Majalengka, &#8221; tegas Tatang beberapa waktu lalu kepada majalengka-online.com.  Dalam besluit tersebut disebutkan untuk keregenan Madja, dengan batas wilayah : jalan pos besar dari tempat penyebrangan di karrangsambong ke timur naik, sampai sungai Tjiepietjong di sekitar Djamblang; sungai ini ke arah atas sampai desa Lengkong, dari sana batas pemisah dari Keregenan Radjo Galo sekarang ini sampai puncak gunung Tjermaij, selanjutnya ke arah selatan batas pemisah Keregenan Talaga sekarang ini, sampai sungai Tjijolang, dan lalu ke arah baratdaya dan barat batas pemisah yang sama sampai batas pemisah dari keresidenan Cheribon dengan keregenan Sumadang dan batas pemisah ini ke arah utara sampai jalan pos besar di penyebrangan di Karrangsambong.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Berdasarkan uraian tersebut, bila dikaitkan dengan Hari Jadi Majalengka sesuai dengan Staatsblad 1819 No.9 tertanggal 5 Januari 1819 No.23 menunjukan bahwa usia Kabaupaten Majalengka baru mencapai 191 tahun dan bila dikaitkan dengan perubahan nama Kabupaten Madja menjadi Kabupaten Majalengka sesuai dengan Staatsblad 1840 No.7 tanggal 11 Februari 1840 No.2 menunjukan bahwa usia Kabupaten Majalengka baru mencapai 170 tahun, &#8221; paparnya.  Versi Legenda Dalam sebuah legenda disebutkan, Nyi Rambut Kasih dari Kerajaan Sindang Kasih (pusat pemerintahan Majalengka sekarang) jatuh cinta kepada Pangeran Muhammad yang keturunan Pangeran Panjunan, Cirebon. Syahdan, di Cirebon, dilanda wabah mematikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyakit itu hanya bisa disembuhkan dengan buah pahit Maja. Lalu pergilah Pangeran Muhammad ke sebelah barat Cirebon. Namun, Pangeran Muhammad harus berperang melawan seorang wanita, Nyi Rambut Kasih. Dalam peperangan, Nyi Rambut Kasih menghilang bersama buah maja. Sejak itu, daerah itu bernama Majalengka, berasal dari kata &#8221; maja e langka&#8221; (buah Majanya tidak ada). Kisah Pangeran Muhammad yang selain mencari buah maja, sekaligus menyebarkan Islam, dipercaya cikal bakal pemberian nama Majalengka. Ini terjadi pada 10 Muharam 1412 tahun Hijriah, yang bila dikonversikan ke tahun Masehi jatuhnya pada 7 Juni 1490.</p>
<p style="text-align:justify;">Versi lain berasal dari masa lebih muda, pada zaman kolonialisme Belanda. Disebutkan, di sebuah tempat di depan alun-alun (sekarang gedung DPRD Majalengka), ada pabrik kina &#8220;Maja L &amp; Co&#8221;. Pabrik itu menjadi tanda bagi masyarakat. Lalu terjadi keseleo lidah, hingga &#8220;Maja L &amp; Co&#8221; dipercepat dengan &#8220;Maja elen ko&#8221;, dan menjadi &#8220;Majalengka&#8221;. Dari dua kisah di atas, sejak tahun 1980 dibentuk tim sejarah Majalengka untuk menentukan hari jadi, yang digunakan ialah versi pertama. Ketika itu, tim merujuk kisah Pangeran Muhammad, berkiblat pada Cirebon yang juga masih ada kaitan penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Djati.  Benarkah banyak yang tidak suka dengan penetapan hari jadi berdasarkan pada dokumen Belanda tersebut, karena dianggap tidak nasionalis. Sementara data-data tertulis yang dimiliki saat ini berkaitan dengan sejarah daerah hanya pada dokumen-dokumen yang diterbitkan Pemerintah Hindia Belanda.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau kita berpatokan dengan Hari Jadi Majalengka berdasarkan legenda atau mitos sebagaimana yang disebutkan diatas.  Oleh karena adanya polemik yang memang masih mengundang banyak kontroversi ini, pemerintah daerah Majalengka telah membentuk sebuah &#8220;Tim Penelusuran dan Pengkajian Sejarah Majalengka &#8221; atau disebut &#8220;Tim 22&#8243; yang diketuai oleh Nina Lubis. Diperkirakan, tim tersebut penyusunannya akan rampung Oktober 2010 mendatang.  Pembentukan Tim 22 tersebut tidak lain adalah meluruskan sejarah masa lalu Majalengka agar tidak intuisi imajinatif tetapi berdasarkan data dan fakta ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tunggu saja hasil penyusunan sejarah masa lalu Majalengka, apakah hari ini adalah akhir perayaan angka usia 520 tahun atau tetap tahun depan bertambah menjadi 521tahun atau malah usia Kabupaten Majalengka lebih mudah sebagaimana disebutkan dalam besluit yakni 170 tahun atau 192 tahun. Sumber: Majalengka-online</p>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=121&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/15/kontroversi-sejarah-majalengka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bloggermajalengka.files.wordpress.com/2010/08/majalengka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">majalengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warga dan Polisi Razia Miras</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/07/warga-dan-polisi-razia-miras/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/07/warga-dan-polisi-razia-miras/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 04:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari 40 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat didampingi Kepala Desa, Kapolsek Leuwimunding, di Desa Heuleut Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka merazia satu toko untuk mencari minuman keras yang tidak memiliki ijin. Aksi tersebut berlangsung usai sholat Jum&#8217;at (6/7) tadi. Hasil operasi tersebut, warga menyita sekitar 69 botol minuman keras dengan berbagai merk yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=118&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Lebih dari 40 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat didampingi Kepala Desa, Kapolsek Leuwimunding, di Desa Heuleut Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka merazia satu toko untuk mencari minuman keras yang tidak memiliki ijin. Aksi tersebut berlangsung usai sholat Jum&#8217;at (6/7) tadi. <span id="more-118"></span></p>
<div style="text-align:justify;">Hasil operasi tersebut, warga menyita sekitar 69 botol minuman keras dengan berbagai merk yang masih ada isinya. Warga menduga, operasi tersebut bocor kepada pemilik toko sehingga keburu mengamankan miras yang dimilikinya.</div>
<div style="text-align:justify;">Adis, Kepala Desa Heuleut yang juga merupakan koordinator aksi menegaskan, aksi tersebut dilatarbelakangi kegeraman masyarakat atas maraknya penjualan miras di wilayah mereka sehingga dikhawatirkan bisa merusak mental generasi muda.</div>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Sudah berkali-kali kita meminta kepada pemerintah kecamatan maupun pihak kepolisian yang isinya menuntut agar toko tersebut tidak menjual minuman keras apalagi tidak memiliki ijin, tapi tidak ada realisasi, sehingga kita berkoordinasi dengan kepolisian melakukan razia ini&#8221; ujar Adis.</div>
<div style="text-align:justify;">Kapolsek Leuwimunding AKP Jaja Sujana menegaskan razia ini atas permintaan tokoh masyarakat, toko agama dan Kepala desa meski pihaknya sudah berkali-kali melakukan razia namun rupanya pemilik toko membandel.</div>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Intinya kita melakukan pembinaan sekaligus arahan agar dibulan puasa nanti tidak ada lagi peredaran minuman keras di masyarakat, &#8221; tegas Jaja kepada wartawan, Jum&#8217;at (6/8).</div>
<div style="text-align:justify;">Berdasarkan pantauan majalengka-online, puluhan warga bersama tokoh masyarakat, tokoh agama Desa Heuleut usai sholat Jum&#8217;at mendatangi toko tersebut. Karena dianggap barang bukti yang ditemukan belum cukup, mereka mendatangi rumah pemilik toko serta diminta mendatangai surat pernyataan untuk tidak lagi menjual minuman keras. Dalam aksi ini berlangsung aman dan tidak terjadi anarkis.</div>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=118&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/07/warga-dan-polisi-razia-miras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Regulasi Raperda Pajak Daerah Tidak Relevan</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/07/regulasi-raperda-pajak-daerah-tidak-relevan/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/07/regulasi-raperda-pajak-daerah-tidak-relevan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 04:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Pansus I DPRD Majalengka yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pajak Daerah mengancam bakal menghentikan pembahasan Raperda tersebut, pasalnya rancangan yang diajukan eksekutif regulasinya tidak ada sehingga tidak relevan antara raperda pajak daerah dengan perda hasil pertambangan atau galian C. &#8220;Materi raperda tersebut memuat 10 macam pajak daerah termasuk pajak air dibawah tanah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=115&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pansus I DPRD Majalengka yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pajak Daerah mengancam bakal menghentikan pembahasan Raperda tersebut, pasalnya rancangan yang diajukan eksekutif regulasinya tidak ada sehingga tidak relevan antara raperda pajak daerah dengan perda hasil pertambangan atau galian C.  <span id="more-115"></span></p>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Materi raperda tersebut memuat 10 macam pajak daerah termasuk pajak air dibawah tanah dan hasil pertambangan , kalau pajak pertambangan khan diatur perda No. 3 tahun 2004 tentang, perda hasil pertambangan tersebut tidak ajukan perubahan dan belum masuk prolegda, &#8221; kata Ketua Pansus I Toto Sudiana, Rabu (4/8) kepada wartawan.</div>
<div style="text-align:justify;">Lanjutnya, Pansus I menilai Raperda tersebut tidak jelas arah dan tujuannya sehingga patut ditunda pembahasannya.</div>
<div style="text-align:justify;">Anggota pansus lainnya, Pepep Saeful Hiadayat menegaskan tidak melihat keseriusan dari bupati Majalengka dalam menertibkan galian C.</div>
<div style="text-align:justify;">Hal ini dilihat dari ketidak tegasan dalam melakukan penertiban galian C seperti milik PT.Multi Karya Sentosa yang masih diberikan kelonggaran untuk beroperasi sementara perpanjangan izinnya habis.</div>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Jadi saya menilai bupati tidak beritikad baik, dalihnya penertiban galian karena tidak memberikan kontribusi kepada PAD sehingga diajukan raperda pajak daerah, tetapi dalam materi raperda pajak tersebut memuat pajak hasil pertambangan, khan regulasi tidak jelas mestinya diajukan juga perubahan perda galian, &#8221; beber Pepep.</div>
<div style="text-align:justify;">Pepep menambahkan, alasan yang disampaikan pihak BPPTPM juga tidak jelas terkait masih beroperasinya PT.MKS dimana pengambilan batu yang dilakukan sebelum izin habis sehingga diberikan kelonggaran untuk menghabiskan batu tersebut. (majalengka online)</div>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=115&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/08/07/regulasi-raperda-pajak-daerah-tidak-relevan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Rumah di Jatitujuh Terancam Amblas ke Sungai</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/puluhan-rumah-di-jatitujuh-terancam-amblas-ke-sungai/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/puluhan-rumah-di-jatitujuh-terancam-amblas-ke-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Majalengka-online.com &#8211; Puluhan rumah warga blok Klewih, Desa/Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka yang semakin terancam abrasi Sungai Cimanuk menanti kepastian dari pemkab Majalengka apakah tetap dilokasi tersebut atau pindah. Meski hujan tidak turun, namun pergeseran tanah terus terjadi. Salah seorang warga setempat, Yunus mengungkapkan, pemukiman rumah yang berdekatan dengan Sungai Cimanuk hingga saat ini masih terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=105&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><strong>Majalengka</strong>-online.com</strong> &#8211;  Puluhan rumah warga blok Klewih, Desa/Kecamatan Jatitujuh Kabupaten  Majalengka yang semakin terancam abrasi Sungai Cimanuk menanti kepastian  dari pemkab Majalengka apakah tetap dilokasi tersebut atau pindah.  Meski hujan tidak turun, namun pergeseran tanah terus terjadi.<span id="more-105"></span></p>
<div style="text-align:justify;">Salah seorang warga setempat, Yunus  mengungkapkan, pemukiman rumah yang berdekatan dengan Sungai Cimanuk  hingga saat ini masih terus terjadi pergeseran meski tidak terjadi  banjir dan hujan tidak turun. Beberapa hari sebelumya, sebanyak enam  hancur akibat adanya pergeseran tahan sehingga mereka terpaksa harus  menempati sebagian rumahnya yang masih tersisa.</div>
<div style="text-align:justify;">Beberapa warga lainnya yang rumahnya  berdekatan dengan aliran Sungai Cimanuk merasakan was-was dan khawatir  karena rumahnya semakin bergerak yang dapat mengakibatkan rumahnya  hancur seperti rumah lainya.</div>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Aneh pergerakan tanah terus  terjadi, padahal tidak ada bajir dan hujan pun tidak turun, ketinggian  air hanya 30 meter kami merasa khawatir dan was-was, untuk itu kami  meminta kepastian apakah kami tetap tinggal disini ataukah pindah, &#8221;  ujar Yunus, Rabu (30/6) malam saat berkunjung ke kantor  majalengka-online.com.</div>
<div style="text-align:justify;">Pergeseran tanah pun bukan hanya  terjadi pada area 10 meter, namun memanjang hingga ratusan meter.Untuk,  Yunus dan beberapa warga lainnya meminta kepastian relokasi puluhan  rumah yang terancam amblas ke sungai.</div>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=105&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/puluhan-rumah-di-jatitujuh-terancam-amblas-ke-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>45.687 Warga Majalengka Masih Mengang</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/45-687-warga-majalengka-masih-mengang/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/45-687-warga-majalengka-masih-mengang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[MAJALENGKA, (PRLM).- Angka pengangguran di Kabupaten Majalengka berdasarkan data yang tercatat di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencapai 45.687, atau sebanyak 7,83 % dari jumlah total angkatan kerja. Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi H.Wawan Gunawan, angka tersebut adalah jumlah penganggur total pada tahun ini. Karena sebelumnya angka pengangguran mencapai 48.672 usia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=99&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAJALENGKA, (PRLM).</strong>- Angka pengangguran di Kabupaten  Majalengka berdasarkan data yang tercatat di Dinas Sosial Tenaga Kerja  dan Transmigrasi mencapai 45.687, atau sebanyak 7,83 % dari jumlah total  angkatan kerja. Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan  Transmigrasi H.Wawan Gunawan, angka tersebut adalah jumlah penganggur  total pada tahun ini. Karena sebelumnya angka pengangguran mencapai  48.672 usia kerja.<span id="more-99"></span></p>
<p>&#8220;Jumlah tersebut kini mulai berkurang, namun juga kemungkinan  bertanbah manakala banyaknya lulusan sekolah yang kemudian tidak  melanjutkan atau tidak bekerja atau juga terjadinya PHK masal,&#8221; ungkap  Wawan.</p>
<p>Untuk mengurangi angka pengangguran tersebut, Dinas Tenaga Kerja kini  terus berupaya memberikan berbagai pelatihan yang berdampak langsung  pada pengurangan angka pengangguran. Seperti halnya pelatihan montir  sepeda motor dan mobil yang lulusannya bisa langsung disalurkan ke  bengkel lain yang butuh tenaga kerja, atau pelatihan menjahit yang juga  lulusannya bisa langsung diterima di pengusaha konveksi serta beberapa  kursus lainnya.</p>
<p>&#8220;Kita memberikan pelatihan yang instan namun lulusannya bisa langsung  dipakai. Seperti pelatihan bengkel, kita yakin lulusan kursus ini bakal  lebih terampil dibanding lulusan sekolah kejuruan yang memakan waktu  tiga tahunan,&#8221; ungkap .</p>
<p>Sebetulnya, ungkap Wawan, peluang kerja di Majalengka sendiri cukup  banyak, namun lapangan kerja yang tersedia tidak sesuai dengan keahlian  yang dimiliki calon tenaga kerja itu sediri. Dicontohkannya, saat ini  ada pengusaha boneka yang memiliki peluang pasar ekspor cukup tinggi dan  dan hingga kini belum terpenuhi, akibat tenaga kerja yang minim.  Demikian juga dengan pengusaha keset dari limbah kain yang masih butuh  tenaga kerja banyak.(C-29/A-147)***</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/lowongan-kerja/'>lowongan kerja</a>, <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=99&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/45-687-warga-majalengka-masih-mengang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Majalengka Masih Kekurangan Dokter</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/majalengka-masih-kekurangan-dokter/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/majalengka-masih-kekurangan-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[MAJALENGKA, (PRLM).- Kabupaten Majalengka masih kekurangan dokter umum dan dokter ahli sehingga pelayanan terhadap orang sakit belum maksimal. Bahkan di Puskesmas Sukamulya, Kecamatan Kertajati dan Puskesmas Margajaya, Kec. Lemahsugih masih belum ada penempatan dokter. Tidak adanya dokter di puskesmas ataupun dokter praktik di daerah sangat dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar puskesmas. Saat sakit, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=98&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>MAJALENGKA, (PRLM).-</strong> Kabupaten Majalengka masih kekurangan  dokter umum dan dokter ahli sehingga pelayanan terhadap orang sakit  belum maksimal. Bahkan di Puskesmas Sukamulya, Kecamatan Kertajati dan  Puskesmas Margajaya, Kec. Lemahsugih masih belum ada penempatan dokter.<span id="more-98"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak adanya dokter di puskesmas ataupun dokter praktik di daerah  sangat dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar puskesmas. Saat  sakit, masyarakat cukup kesulitan untuk melakukan pengobatan. Mereka  terpaksa harus menuju puskesmas lain atau rumah sakit yang ada di luar  daerah dalam kondisi sakit parah dengan jarak tempuh yang cukup jauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Mamah Fatimah (70), warga Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih,  pekan kemarin mengalami diare hingga kekurangan cairan cukup banyak. Dia  terpaksa menahan rasa sakit hingga pagi hari karena di pukesmas tidak  ada dokter. Sementara ke rumah sakit jaraknya mencapai puluhan kilometer  ditambah saat malam hari tidak ada angkutan umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal senada juga disampaikan Dedah (40), juga warga Desa Lemahputih,  yang mengaku terpaksa berobat ke Kab. Sumedang karena di daerahnya tidak  ada dokter.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekretaris Dinas Kesehatan Kab. Majalengka dr. H. Asep Suwandi saat  dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan kurangnya tenaga  dokter di Kabupaten Majalengka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokter puskesmas saja, menurutnya, masih kekurangan dua orang. Belum  dokter gigi dan dokter lainnya yang idealnya di puskesmas selain ada  dokter umum juga memiliki dokter gigi. Hal itu agar perawatan-perawatan  kecil bisa dilayani di puskesmas sehingga masyarakat tidak perlu  jauh-jauh berangkat ke rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal serupa juga disampaikan Direktur RSUD Majalengka H. Ali Alimudin.  Ia mengakui masih membutuhkan cukup banyak tenaga dokter. Saat ini  dokter jaga di instalasi gawat darurat (IGD) setiap harinya hanya satu  orang. Dokter tersebut termasuk harus memberikan pelayanan terhadap  pasien rawat inap di saat malam hari atau hari libur. (C-29/A-147)***</p>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=98&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/07/19/majalengka-masih-kekurangan-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Love Majalengka</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/06/28/i-love-majalengka/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/06/28/i-love-majalengka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 15:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia memang tidak menjadi peserta perhelatan sepak bola terakbar di afrika selatan. tapi bukan alasan untuk kita menundukan kepala. Sebab, produk Indonesia menjadi bagian terpenting terlaksananya hajatan piala dunia 2010 ini.  Ribuan Bola Triple S buatan Majalengka cukup menjadikan kita bangga sebagai warga Indonesia, lebih khusus warga Majalengka, sekaligius pelipur lara absennya Indonesia di ajang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=89&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggermajalengka.files.wordpress.com/2010/06/majalengka.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-91" title="majalengka" src="http://bloggermajalengka.files.wordpress.com/2010/06/majalengka.gif?w=630" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia memang tidak menjadi peserta perhelatan sepak bola terakbar di afrika selatan. tapi bukan alasan untuk kita menundukan kepala. Sebab, produk Indonesia menjadi bagian terpenting terlaksananya hajatan piala dunia 2010 ini.  Ribuan Bola Triple S buatan Majalengka cukup menjadikan kita bangga sebagai warga Indonesia, lebih khusus warga Majalengka, sekaligius pelipur lara absennya Indonesia di ajang itu. <span id="more-89"></span>Setidaknya kita masih bisa bicara, sekalipun tim bola Indonesia gak hadir, setidaknya bola Majalengka bicara banyak di piala dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai bukti kebanggaan atas tanah kelahiran, Majalengka, kupersembahkan kaos I Love Majalengka part piala dunia. bahan combat 20 S harga Rp65 ribu (non ongkir). Anda bisa mendapatkannya menghubungi 081324787095.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=89&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/06/28/i-love-majalengka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bloggermajalengka.files.wordpress.com/2010/06/majalengka.gif" medium="image">
			<media:title type="html">majalengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Peluru Aktif Ditemukan Warga</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/17/ratusan-peluru-aktif-ditemukan-warga/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/17/ratusan-peluru-aktif-ditemukan-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 13:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Majalengka &#8211; Sebanyak 250 peluru aktif, 5 ranjau dan 1 buah popor jenis AK ditemukan di belakang rumah warga Desa Padahanteun, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Minggu (16/5) kemarin. Adalah Uha Suhadi , warga Blok Senin Desa Padahanteun, Sukahaji, yang kali pertama menemukan ratusan peluru itu. Saat itu ia sedang menggali tanah dibelakang rumah tetangganya Halim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=86&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Majalengka &#8211; Sebanyak 250 peluru aktif, 5 ranjau dan 1 buah popor jenis AK ditemukan di belakang rumah warga Desa Padahanteun, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Minggu (16/5) kemarin.  Adalah Uha Suhadi , warga Blok Senin Desa Padahanteun, Sukahaji, yang kali pertama menemukan ratusan peluru itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-86"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu ia sedang menggali tanah dibelakang rumah tetangganya Halim untuk membuat pembuangan sampah. Lantas kemudian secara tidak sengaja ia menemukan ratusan peluru tersebut.  Kapolres Majalengka AKBP Tantan Sulistyana melalui Kepala Satuan Intelkam Ajun Komisaris Polisi Maman Abdurrahman mengatakan, sebanyak 250 peluru jenis mouser dengan berkaliber 7,6 mm, 5 ranjau yang masih utuh 3 buah dan 2 dalam keadaan rusak dan satu buah popor jenis AK tersebut ditemukan warga.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua peluru dan ranjau tersebut sudah dibawa oleh Sub Den Gegana dari Kesatuan Brigade Mobil (Brimob) C Polda Jabar.  Sumber: http://majalengka-online.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=86&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/17/ratusan-peluru-aktif-ditemukan-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecap Majalengka</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/13/kecap-majalengka/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/13/kecap-majalengka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 12:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kecap]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Lately, traditional soy sauce producers are harder to find, according to them where competition has become too harsh to succeed. Consequently, traditional producers can only survive. targeting segmented markets to maintain the existence that had been blazed by ancestors, tens of years past. The joys of sweet traditional soy sauce does not come by quickly, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=82&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Lately, traditional soy sauce producers are harder to find, according to them where competition has become too harsh to succeed. Consequently, traditional producers can only survive. targeting segmented markets to maintain the existence that had been blazed by ancestors, tens of years past.<span id="more-82"></span></p>
<p style="text-align:justify;">The joys of sweet traditional soy sauce does not come by quickly, it takes about 21 days to a month.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Enaknya kecap tradisional ternyata tidak dibuat dengan waktu cepat, butuh waktu antara  21 hari hingga sebulan lamanya.</em></p>
<p style="text-align:justify;">These days, soy sauce mass producers occupy the national market. For them, advance technology, like hydrolysis curtails the time needed for its manufacturing.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Saat ini produsen kecap skala besar merajai pasaran kecap nasional. Para produsen menggunakan teknologi maju (hidrolisa) dalam pembuatan kecap. Walhasil bagi produsen besar untuk membuat kecap tidak membutuhkan waktu yang lama.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Unlike traditional soy sauce, production processes consumes 21 days to a month, quite a lengthy time scale for its making.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Berbeda dengan pembuatan kecap tradisional, proses pembuatan kecap tradisional dari awal hingga siap jual membutuhkan waktu antara 21 hari hingga sebulan. Sebuah proses produksi yang cukup panjang hingga menghasilkan kecap yang sehat dan bermutu.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Lately, traditional soy sauce producers are harder to find, according to them where competition has become too harsh to succeed. Consequently, traditional producers can only survive by targeting segmented markets to maintain the existence that had been blazed by ancestors, tens of years past.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Belakangan ini produsen kecap tradisional semakin jarang kita temui, menurut pengakuan mereka terlalu berat untuk bersaing dengan produsen kecap besar. Tak ayal harapan produsen tradisional hanya mampu bertahan dan memilih segmen pasar selektif untuk melanjutkan usaha yang telah dirintis para orang tua mereka puluhan tahun lalu. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesiaculture.net, a while ago, visited one of the traditional soy sauce producers in Majalengka that has survived tens of years, with its brand, ‘Kecap Maja Menjangan.’</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Indonesiaculture.net beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi salah satu produsen kecap tradisional di Majalengka, produsen kecap yang telah berpuluh tahun mempertahankan produksi ala tradisonal, yah Kecap Maja Menjangan.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Production Process</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Proses produksi</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">According to Suhardi Saad Mp., head of the Kecap Maja Menjangan, their ingredients consisted of black soy beans, palm sugar, flour and egg.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Menurut Suhardi Saad W</em><em>.Mp</em><em>, pimpinan perusahaan Kecap Maja Menjangan, Bahan baku kecap terdiri dari : Kedelai hitam</em><em>, gula aren</em><em>, garam</em><em>, tepung terigu</em><em> dan telur</em><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">The first process is the washing and cleaning of the soy beans, then its boiling, sun drying and soy bean fermentation for 10 to 14 days.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Untuk prosesnya, menurutnya, pertama kali </em><em>kacang</em><em> kedelai dicuci</em><em> hingga bersih,</em><em> lalu kacang direbus</em><em>, dan selanjutnya kacang dijemur hingga kering, baru setelah itu kacang difermentasi selama 10-14 hari.</em></p>
<p style="text-align:justify;">After fermentation, the beans are cleaned of fungi and dried again. The next is the soaking of the beans in a salt solution for 10 to 14 days. This soaking will absorb the protein of the soy beans</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Setelah terfermentasi kacang dibersihkan dari jamur yang menempel lalu dijemur kembali. Proses selanjutnya kacang direndam dalam larutan garam, ia menyebutnya dengan istilah beleng selama 10 hingga 14 hari. Pada proses ini garam akan menyerap protein dari </em><em>kacang kedelai</em><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">At this phase, the soy sauce is considered halfway done. After soaking, the beans are boiled in an extra large pan which will produce the essential content. This boiled solution will be left untouched for a week and then boiled again but this time with a mixture of palm sugar and other ingredients.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sampai disini kecap sudah masuk dalam fase setengah jadi. Lalu kacang diangkat</em><em> dari rendaman garam </em><em>dan direbus dalam kuali</em><em> besar, rebusan kacang ini akan menghasilkan sari</em><em> atau larutan. Belum cukup sampai disitu, larutan </em><em>ini akan di</em><em>diamkan lagi selama seminggu, </em><em>baru kemudian larutan direbus </em><em>sambil dicampur dengan rebusan gula aren</em><em> dan bahan lainnya.</em></p>
<p style="text-align:justify;">According to H. Saad’s son, founder of the business, Maja soy sauce possesses a distinctive flavor of medium sweetness and thicker liquids than other brands in the market.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Menurut anak dari H. Saad—pendiri usaha, kecap Maja menjangan memiliki rasa yang khas: manis sedang dan lebih kental dari kecap lain di pasaran. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Maja Menjangan Soy Sauce is produced limitedly due to its selective segmented market wher, Maja soy sauce often becomes souvenirs for tourists visiting Majalengka and its surroundings.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kecap Maja Menjangan diproduksi terbatas, sebab segmen pasarnya yang selektif. Biasanya kecap maja dijadikan buah tangan bagi para wistawan yang berkunjung ke wilayah Majalengka dan sekitarnya. </em></p>
<p style="text-align:justify;">The company produces 1500 to 2000 liters of soy sauce monthly peak production during holidays and national vacation.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Setiap bulannya perusahaan memproduksi kecap sekitar 1500 hingga 2000 liter, untuk waktu-waktu liburan, semisal lebaran, produksi kecap bisa meningkat.</em></p>
<p style="text-align:justify;">The soy sauce is packed into three sizes of 600cc, 275cc and140cc. A 275cc would cost 5000 rupiahs.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kecap di pack dalam botol dalam tiga jenis ukuran; 600cc, 275cc dan 140cc. Untuk ukuran 275cc misalnya kecap dijual dengan bandrol Rp.5000.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maja Soy Sauce is still distributed to several areas of provincial West Java, like Cirebon, Kuningan and Bandung.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kecap Maja hingga kini masih didistribusikan ke beberapa wilayah di Jawa barat seperti: Cirebon, Kuningan dan Bandung.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Business Partner</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Mitra usaha</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Though traditionally made, its quality is foremost for the company which results in a routine quality control sampling upon its productions.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Meski dibuat secara tradisional, mutu produksi tetap nomor satu bagi perusahaan, untuk itu dalam setiap produksinya diambil beberapa buah sample untuk diteliti mutu dan kualitasnya. </em></p>
<p style="text-align:justify;">This soy sauce company that was founded in 1940, practiced business principles laid out by its founder, H.Saad Wangsadidjaja such as, ‘never borrow from the bank.’ This values were faithfully past down to the founder’s next generation with the purpose of a natural business development and prevention of debt.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Perusahaan kecap yang telah berdiri sejak 1940 ini memiliki beberapa prinsip dalam usaha, beberapa diantaranya yaitu  perusahaan sedari awal dibangun dengan  modal usaha sendiri (keluarga), sehingga pendiri pun H.Saad Wangsadidjaja<strong> </strong></em><em>menyarankan anak-anaknya untuk tidak meminjam uang di bank. Maksudnya agar perusahaan dapat berkembang secara alamiah dan tidak terbelit hutang. </em></p>
<p style="text-align:justify;">On the other hand, the company makes laborers as business partners. Workers are provided farming land facilities as further profit sharing with equality ideals. This measures were effective in assisting workers fulfill their needs and fill idle time during the lengthy production process.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Di sisi lain perusahaan menjadikan tenaga kerja sebagai mitra usaha. Para pekerja diberikan fasilitas sawah sebagai tambahan keuntungan dengan model pembagian keuntungan sama rata (maroh).ternyata langkah ini cukup membantu para pekerja untuk menambah kebutuhan hidupnya. Melihat produksi kecap yang lama, para pekerja dapat mengisi waktu luangnya dengan bertani.</em></p>
<p style="text-align:justify;">The results are, the workers which numbers 12 people feels content in working for the company. “The majority of them have worked tens of years, they have become as family,” ends Suhardi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Alhasil para pekerja yang jumlahnya 12 orang ini betah untuk terus bertahan mengembangkan perusahaan kecap maja menjangan. “sebagian besar mereka telah bekerja puluhan tahun, mereka sudah seperti keluarga”, ujar Suhardi mengakhiri. sumber ti <a href="http://www.indonesiaculture.net/2009/10/sweet-traditional-soy-sauce/">indonesia culture</a><br />
</em></p>
<br /> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/kecap/'>Kecap</a>, <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=82&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/13/kecap-majalengka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mantan Dirut RSUD Majalengka Tersangka</title>
		<link>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/12/mantan-dirut-rsud-majalengka-tersangka/</link>
		<comments>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/12/mantan-dirut-rsud-majalengka-tersangka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bloggeralengka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggermajalengka.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Majalengka &#8211; Mantan Direktur RSUD Majalengka, berinisial H ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan makan minum atau catering tahun 2008 senilai Rp. 1,042 miliar. Selain H, Kejaksaan Negeri Majalengka juga juga menetapkan A dan T yang merupakan panitia pengadaan barang dan jasa proyek tersebut sebagai tersangka. Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Alviand Deswaldy mengatakan, proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=79&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Majalengka &#8211; Mantan Direktur RSUD Majalengka, berinisial H ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan makan minum atau catering tahun 2008 senilai Rp. 1,042 miliar. Selain H, Kejaksaan Negeri Majalengka juga juga menetapkan A dan T yang merupakan panitia pengadaan barang dan jasa proyek tersebut sebagai tersangka.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Alviand Deswaldy mengatakan, proses penyelidikan pengadaan makan dan minum atau catering di RSUD Majalengka telah dinaikan pada tahap penyidikan setalah tahapan ekspos.</p>
<p>Alviand mengatakan, berdasarkan hasil ekspose pengadaan makan dan minum tersebut, ternyata ada kerugian negara sebesar Rp.500 juta .Anggaran tersebut dari penambahan anggaran sebesar Rp.129 juta pada bulan November 2008, meskipun kegiatan sudah berakhir Mei 2008, sebesar Rp.200 juta tidak jelas peruntukannya pada tahap kedua serta mahlanya biaya sebesar Rp.294 juta.</p>
<p>&#8220;Ada selisi anggaran sebesar Rp.200 juta yang tidak jelas peruntukannya meski pelaksanaan sudah selesai antara pihak RSUD Majalengka dengan PT.Graha Wisata Kencana &#8211; Bandung dari nilai sebesar Rp.890 juta, namun yang dibayarkan hanya Rp.600 juta, &#8221; beber Alviand kepada wartawan, Rabu (12/5).</p>
<p>Lanjutnya, proses pengadaan tersebut menyalahi aturan karena melalui penunjukan langsung kepada PT. Graha Wisata Kencana &#8211; Bandung bukan melaui tahapan tender sebagaimana diatur Kepres 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang mengharuskan nilai proyek di atas Rp 50 juta ditender.</p>
<p>Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus, Hendri Marulita menambahkan, pihaknya baru menyelesaikan tahapan ekspos perkara dari proses penyelidikan ke tahap penyidikan.</p>
<p>Sumber: http://majalengka-online.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/category/arsip-nagari/'>Arsip Nagari</a> Tagged: <a href='http://bloggermajalengka.wordpress.com/tag/majalengka/'>majalengka</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloggermajalengka.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloggermajalengka.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloggermajalengka.wordpress.com&amp;blog=12956781&amp;post=79&amp;subd=bloggermajalengka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggermajalengka.wordpress.com/2010/05/12/mantan-dirut-rsud-majalengka-tersangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e0dd620342171a35f57c5d19a205f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bloggeralengka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
