“TI BAHEULA NYIEUN KECAP NYA KIEU…”

Sejak sekitar tahun 1940, kecap telah dibuat di Majalengka. Berarti usianya kini sudah lebih dari separuh abad. Namun, semakin tua usia industri ini tidak membuatnya semakin maju. Mayoritas produksinya masih di Majalengka.

“Sudah diberi tahu berkali-kali, tetapi tetap saja mereka bilang, ‘ti baheula ge nyieun kecap nya kieu” (dari dulu kalau membuat kecap ya seperti ini),” kata Dhani Arland Herdiana dari Bagian Pemasaran Perusahaan Kecap Segi Tiga di Tonjong, Majalengka, menggambarkan sulitnya mengubah pola kerja para pekerja di perusahaannya.

Cara kerja tradisional yang sudah diterapkan bertahun-tahun oleh 38 pekerja di Segi Tiga menjadi salah satu batu sandungan perusahaan kecap yang didirikan pada 6 Oktober 1956 itu untuk bisa lebih maju dari kondisinya sekarang.

Tidak mudah mengubahnya meskipun pola kerja yang lebih modern sudah diterapkan pengelola perusahaan sejak tahun 2000. Penyebabnya, selain sudah tradisi, kebanyakan dari pekerja hanya lulusan SD dan SMP.

“Dulu tidak ada yang namanya bagian pemasaran, accounting, atau produksi. Setiap orang bisa mengerjakan ketiga kerjaan itu. Namun, sekarang sudah kami bagi supaya lebih fokus,” kata Dhani mencontohkan salah satu perubahan pola kerja di Segi Tiga sejak tahun 2000. Mesin masih tradisional, sepenuhnya manual oleh tenaga manusia. Ketika pengisian kecap ke botol sudah bisa menggunakan mesin, pengeringan kacang kedelai juga bisa menggunakan mesin sehingga pengeringan tidak terhambat oleh cuaca buruk, dan mesin perontok digunakan dalam proses peragian, Segi Tiga masih melakukan semua itu secara manual.

“Botol masih dipegang orang saat pengisian kecap, sedangkan pengeringan kedelai masih memakai sinar matahari,” ujar Dhani. Modal menjadi kendala utama dalam pembelian mesin ini. Dibutuhkan sedikitnya Rp 100 juta. Pemasaran sendiri

Pemasaran kecap pun masih mereka lakukan sendiri. Perusahaan langsung mendistribusikan kecapnya ke supermarket, toko, dan pasar. Agen yang sebetulnya bisa mempercepat distribusi belum mereka gunakan. Kendala dana menjadi permasalahan mereka tidak menunjuk atau membuat agen sendiri.

Produksi setiap bulan yang sebelum tahun 2000 hanya 20.000 liter dalam kondisi sepi sampai 25.000 liter saat ramai sekarang sudah meningkat menjadi 20.000-36.000 liter.

Kondisi Perusahaan Kecap Cap Maja Menjangan di Jalan Suha, Majalengka, yang sudah ada sejak 1940 tidak berbeda jauh dengan Segi Tiga. Pola kerja dan mesin yang digunakan dalam pembuatan kecap masih tradisional.

“Arah ke pengembangan itu terus kami lakukan meski pelan-pelan. Sebagian keuntungan disimpan untuk kepentingan itu,” kata Dhani. “Setiap tahun penjualan kami tingkatkan meskipun pembuatan kecap masih dilakukan manual dan cara kerja pun masih sama dengan yang diterapkan bapak saya dahulu,” ujar Sunardi Sa’ad, pemilik Maja Menjangan, anak dari Sa’ad, pendiri perusahaan. (Antonius Ponco Anggoro/KOMPAS)

6 Responses to “TI BAHEULA NYIEUN KECAP NYA KIEU…”

  1. ceppi mengatakan:

    Ayah saya almarhum kelahiran Majalengka.
    Waktu kecil, kecap yang menjadi konsumsi keluarga saya adalah kecap Cap Maja Menjangan.

    Salam dari Cikarang – Bekasi,
    Ceppi

  2. yusri mengatakan:

    pak, terus terang saya tertohok dengan tulisan diatas, perkenalkan saya yusri, orang asli majalengka, kuliah di telkom, kebetulan saya mengikuti PIMNAS pengabdian ke masyarakat dan mengangkat tema repackaging dan pemasaran kecap majalengka inti nya sih, hari sabtu besok saya insy akan ketemu sama bapak pemilik kecap, dan tandatangan surat perjanjian kerjasama,
    mohon doa untuk kesuksesan kecap kita tercinta ini, klao berkenan boleh saya minta email anda,? untuk minta konsultasi dan sebagainya atau dukungan ^_^

  3. janatea mengatakan:

    kecap Segi Tiga made in Tonjong-Majalengka memang “ti baheula” jaman kuring can sakola di SDN Tonjong,, tepi ka ayeuna…..eta kecap teh miturut kuring mah tetep SEDAP GURIH.
    Maklum…kecap lainna nu pabalatak di kota Yogya…karasa di letah kuring mah da ARAMISSSSS…LEGI… MANISSS.

  4. ade mengatakan:

    pkonamah, kecap majalengka mah sipppp lah.

  5. endang mengatakan:

    Keur bungbu sate, tacan aya nu sahebat kecap segi tiga, daek enyaan……………………

  6. nandar mengatakan:

    dimana wae kuring hirup kecap segitiga pasti di babawa, komo deui mun nyieun lengko di banjur ku kecap segi tiga maknyosssssssss………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: