Kecap Majalengka

Lately, traditional soy sauce producers are harder to find, according to them where competition has become too harsh to succeed. Consequently, traditional producers can only survive. targeting segmented markets to maintain the existence that had been blazed by ancestors, tens of years past.

The joys of sweet traditional soy sauce does not come by quickly, it takes about 21 days to a month.

Enaknya kecap tradisional ternyata tidak dibuat dengan waktu cepat, butuh waktu antara  21 hari hingga sebulan lamanya.

These days, soy sauce mass producers occupy the national market. For them, advance technology, like hydrolysis curtails the time needed for its manufacturing.

Saat ini produsen kecap skala besar merajai pasaran kecap nasional. Para produsen menggunakan teknologi maju (hidrolisa) dalam pembuatan kecap. Walhasil bagi produsen besar untuk membuat kecap tidak membutuhkan waktu yang lama.

Unlike traditional soy sauce, production processes consumes 21 days to a month, quite a lengthy time scale for its making.

Berbeda dengan pembuatan kecap tradisional, proses pembuatan kecap tradisional dari awal hingga siap jual membutuhkan waktu antara 21 hari hingga sebulan. Sebuah proses produksi yang cukup panjang hingga menghasilkan kecap yang sehat dan bermutu.

Lately, traditional soy sauce producers are harder to find, according to them where competition has become too harsh to succeed. Consequently, traditional producers can only survive by targeting segmented markets to maintain the existence that had been blazed by ancestors, tens of years past.

Belakangan ini produsen kecap tradisional semakin jarang kita temui, menurut pengakuan mereka terlalu berat untuk bersaing dengan produsen kecap besar. Tak ayal harapan produsen tradisional hanya mampu bertahan dan memilih segmen pasar selektif untuk melanjutkan usaha yang telah dirintis para orang tua mereka puluhan tahun lalu.

Indonesiaculture.net, a while ago, visited one of the traditional soy sauce producers in Majalengka that has survived tens of years, with its brand, ‘Kecap Maja Menjangan.’

Indonesiaculture.net beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi salah satu produsen kecap tradisional di Majalengka, produsen kecap yang telah berpuluh tahun mempertahankan produksi ala tradisonal, yah Kecap Maja Menjangan.

Production Process

Proses produksi

According to Suhardi Saad Mp., head of the Kecap Maja Menjangan, their ingredients consisted of black soy beans, palm sugar, flour and egg.

Menurut Suhardi Saad W.Mp, pimpinan perusahaan Kecap Maja Menjangan, Bahan baku kecap terdiri dari : Kedelai hitam, gula aren, garam, tepung terigu dan telur.

The first process is the washing and cleaning of the soy beans, then its boiling, sun drying and soy bean fermentation for 10 to 14 days.

Untuk prosesnya, menurutnya, pertama kali kacang kedelai dicuci hingga bersih, lalu kacang direbus, dan selanjutnya kacang dijemur hingga kering, baru setelah itu kacang difermentasi selama 10-14 hari.

After fermentation, the beans are cleaned of fungi and dried again. The next is the soaking of the beans in a salt solution for 10 to 14 days. This soaking will absorb the protein of the soy beans

Setelah terfermentasi kacang dibersihkan dari jamur yang menempel lalu dijemur kembali. Proses selanjutnya kacang direndam dalam larutan garam, ia menyebutnya dengan istilah beleng selama 10 hingga 14 hari. Pada proses ini garam akan menyerap protein dari kacang kedelai.

At this phase, the soy sauce is considered halfway done. After soaking, the beans are boiled in an extra large pan which will produce the essential content. This boiled solution will be left untouched for a week and then boiled again but this time with a mixture of palm sugar and other ingredients.

Sampai disini kecap sudah masuk dalam fase setengah jadi. Lalu kacang diangkat dari rendaman garam dan direbus dalam kuali besar, rebusan kacang ini akan menghasilkan sari atau larutan. Belum cukup sampai disitu, larutan ini akan didiamkan lagi selama seminggu, baru kemudian larutan direbus sambil dicampur dengan rebusan gula aren dan bahan lainnya.

According to H. Saad’s son, founder of the business, Maja soy sauce possesses a distinctive flavor of medium sweetness and thicker liquids than other brands in the market.

Menurut anak dari H. Saad—pendiri usaha, kecap Maja menjangan memiliki rasa yang khas: manis sedang dan lebih kental dari kecap lain di pasaran.

Maja Menjangan Soy Sauce is produced limitedly due to its selective segmented market wher, Maja soy sauce often becomes souvenirs for tourists visiting Majalengka and its surroundings.

Kecap Maja Menjangan diproduksi terbatas, sebab segmen pasarnya yang selektif. Biasanya kecap maja dijadikan buah tangan bagi para wistawan yang berkunjung ke wilayah Majalengka dan sekitarnya.

The company produces 1500 to 2000 liters of soy sauce monthly peak production during holidays and national vacation.

Setiap bulannya perusahaan memproduksi kecap sekitar 1500 hingga 2000 liter, untuk waktu-waktu liburan, semisal lebaran, produksi kecap bisa meningkat.

The soy sauce is packed into three sizes of 600cc, 275cc and140cc. A 275cc would cost 5000 rupiahs.

Kecap di pack dalam botol dalam tiga jenis ukuran; 600cc, 275cc dan 140cc. Untuk ukuran 275cc misalnya kecap dijual dengan bandrol Rp.5000.

Maja Soy Sauce is still distributed to several areas of provincial West Java, like Cirebon, Kuningan and Bandung.

Kecap Maja hingga kini masih didistribusikan ke beberapa wilayah di Jawa barat seperti: Cirebon, Kuningan dan Bandung.

Business Partner

Mitra usaha

Though traditionally made, its quality is foremost for the company which results in a routine quality control sampling upon its productions.

Meski dibuat secara tradisional, mutu produksi tetap nomor satu bagi perusahaan, untuk itu dalam setiap produksinya diambil beberapa buah sample untuk diteliti mutu dan kualitasnya.

This soy sauce company that was founded in 1940, practiced business principles laid out by its founder, H.Saad Wangsadidjaja such as, ‘never borrow from the bank.’ This values were faithfully past down to the founder’s next generation with the purpose of a natural business development and prevention of debt.

Perusahaan kecap yang telah berdiri sejak 1940 ini memiliki beberapa prinsip dalam usaha, beberapa diantaranya yaitu  perusahaan sedari awal dibangun dengan  modal usaha sendiri (keluarga), sehingga pendiri pun H.Saad Wangsadidjaja menyarankan anak-anaknya untuk tidak meminjam uang di bank. Maksudnya agar perusahaan dapat berkembang secara alamiah dan tidak terbelit hutang.

On the other hand, the company makes laborers as business partners. Workers are provided farming land facilities as further profit sharing with equality ideals. This measures were effective in assisting workers fulfill their needs and fill idle time during the lengthy production process.

Di sisi lain perusahaan menjadikan tenaga kerja sebagai mitra usaha. Para pekerja diberikan fasilitas sawah sebagai tambahan keuntungan dengan model pembagian keuntungan sama rata (maroh).ternyata langkah ini cukup membantu para pekerja untuk menambah kebutuhan hidupnya. Melihat produksi kecap yang lama, para pekerja dapat mengisi waktu luangnya dengan bertani.

The results are, the workers which numbers 12 people feels content in working for the company. “The majority of them have worked tens of years, they have become as family,” ends Suhardi.

Alhasil para pekerja yang jumlahnya 12 orang ini betah untuk terus bertahan mengembangkan perusahaan kecap maja menjangan. “sebagian besar mereka telah bekerja puluhan tahun, mereka sudah seperti keluarga”, ujar Suhardi mengakhiri. sumber ti indonesia culture

One Response to Kecap Majalengka

  1. rudhysh2 mengatakan:

    woww dua bahasa he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: